Tulisan ini telah diikutkan lomba di salah satu group kepenulisan
Oleh:
Ari Saptarini
Denting
waktu kian dekat menuju bulan mulia
Genderang
bertalu sekujur jiwa ragaku, mengadu
Sudahkah
terbuka pintu-pintu penyesalan diri di atas arsy Tuhan
Begitu
kalut terbayang ribuan nista hambamu
Tuhan,
Ramadhan terakhirku masih terhutang
Tigaratus
enampuluh lima harimu yang membentang tak kunjung membuatku sadar
Bahwa
waktuku makin berkurang
Ibadahku
penuh lubang, dalam kubangan lumpur menjijikkan
AmpunanMu
…, kuharapkan!
Akankah
kusampai Ramadhan esok hari?
Layak
kah kumohon padaMu, pertemukan Ramadhan dalam perjumpaan paling elok
Menikmati
gemerlap cahaya Tuhan yang tersebar di langit paripurna
Mengagungkan
sepertiga malamku dalam riuh lantunan doa-doa menujuMu
Ramadhan,
ujian keikhlasan
Nikmat
dunia yang berseliweran tak nyata di akhiratMu
Tempa
disiplin waktuku dengan sholatMu
Latih
sabarku dengan ujianMu
Naikkan
derajatku dengan ilmu
Sehatkanku
dengan puasaMu
Marhaban
ya ramadhan, kan kugenggam maslahatMu
Yang
tertabur menghambur sepanjang waktu
Semoga
Kau beriku kekuatan sabar dan tawakkal
Menggapai
kemulyaan Ramadhan tuk singkirkan lumpur yang mengubur
Cimanggis, 19 Juni 2014

No comments:
Post a Comment